Dorong Kedaulatan Pangan, BRMP Sultra bentuk Brigade Pangan di Bombana
Bombana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, bekerja sama dengan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara serta Tim Dinas Pertanian Kabupaten Bombana yang diwakili oleh KJF Bombana melaksanakan Pendampingan Pembentukan Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Bombana pada tanggal 21–24 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penumbuh kembangan BP Lahan Rawa dan CSR, sesuai Petunjuk Teknis dari Kementerian Pertanian. Dalam kolaborasi ini, BRMP Sultra dan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra secara bersama-sama memiliki peran utama dalam melakukan pendampingan untuk mewujudkan BP di Bombana. Secara total, target pendampingan adalah membentuk 35 BP di 6 Kabupaten, dengan target spesifik untuk Bombana sebanyak 4 BP yang mengacu pada lokasi CSR seluas 755 Ha. Hasil pendampingan awal telah berhasil membentuk 2 BP, yaitu BP Di Kec. Mataoleo (192 Ha) dan BP Wumbubangka (168 Ha), yang diawali di Kecamatan Mataoleo dan dilanjutkan di Kecamatan Rarowatu Utara.
Brigade Pangan sendiri didefinisikan sebagai kelompok petani muda milenial beranggotakan 15 orang, yang memiliki semangat kewirausahaan dan komitmen untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Anggota di Bombana direkrut dari petani lokal berpendidikan minimal SD, berusia produktif 17–39 tahun, serta terbuka bagi lulusan pertanian dari luar wilayah apabila jumlah anggota lokal belum mencukupi. Pembentukan BP ini bertujuan mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern melalui sistem kemitraan antara BP dengan kelembagaan ekonomi petani. BP berperan sebagai integrator yang mengelola manajemen pertanian dari hulu ke hilir, mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran. BP di Bombana direncanakan akan mengelola lahan di kawasan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan menggunakan sistem Indeks Pertanaman (IP) 300.
Untuk menjamin keberlanjutan usaha tani, program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian berupa bantuan alsintan, saprodi, benih, dolomit, pupuk NPK, dan pestisida. Selain itu, BP juga menjalin kemitraan